Senin, 10 Desember 2012

Kompetensi Sarjana Teknologi Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sebuah pertanyaan mungkin akan bersarang dalam pikiran mahasiswa baru Teknologi Pendidikan, bahkan beberapa mahasiswa yang telah memasuki tahun ke-2 Teknologi Pendidikan tentang “apa sebenarnya Teknologi Pendidikan itu dan akan jadi apa sarjana Teknologi Pendidikan”. Dalam makalah ini, penulis akan memberikan pengarahan pada beberapa mahasiswa tentang profesi Teknologi Pendidikan yang sebenarnya, agar mereka tidak bingung setelah mengikuti beberapa mata kuliah di jurusan ini.
Sebenarnya bagi mahasiswa yang mau berfikir dan mencari ilmu lebih mendalam, setiap ilmu yang diberikan memiliki satu profesi tersendiri dan mampu mengembangkan kreatifitas individu. Namun sayangnya mahasiswa sekarang, meskipun tidak semuanya, menilai banyak ilmu yang diberikan melalui mata kuliah jurusan adalah sia-sia.
Nama jurusan “Kurikulum dan Teknologi Pendidikan” adalah nama yang diberikan oleh Ditjen Dikti atas masukan dari Konsorsium Ilmu Pendidikan, meskipun di IKIP Jakarta, namun dalam jurusan itu hanya ada satu bidang atau program studi, yaitu Teknologi Pendidikan. Di LPTK lain mungkin jurusan itu dapat terdiri atas dua program studi “Kurikulum” dan “Teknologi Pendidikan”.
Kiranya dapat ditawarkan fokus yang berbeda antara “Kurikulum” dan “Teknologi Pendidikan”, yaitu bahwa bidang kurikulum lebih mengutamakan pada falsafah dan isi “seluruh pengalaman yang direncanakan yang diperoleh anak didik”, sedangkan bidang teknologi pendidikan mengutamakan pada bagaimana (proses) pengalaman itu dapat diperoleh masing-masing anak didik. Di samping itu teknologi pendidikan juga berkepentingan dengan proses di mana terjadi tindak belajar dalam situasi yang tidak sengaja dirancang dan dikelola (misalnya pemanfaatan siaran televisi dan radio, museum, dan lain-lain), serta proses yang berhubungan dengan pengelolaan kegiatan pembelajaran (misalnya evaluasi formatif, analisis efektivitas biaya, dan lain-lain).
Pembukaan bidang studi Teknologi Pendidikan di IKIP Jakarta merupakan respons atas rencana pembangunan pendidikan yang tertuang dalam GBHN 1969-1973, di mana antara lain terdapat kebijakan penggunaan siaran radio dan televisi untuk peningkatan mutu pendidikan.
Pembangunan pendidikan di Indonesia merupakan usaha multifacet, yang meliputi keseluruhan sistem, termasuk landasannya, tujuannya, fungsinya, maupun komponen-komponennya.
1.2  Tujuan Penulisan
§  Agar mahasiswa mengetahui deskripsi tentang keahlian dalam bidang Teknologi Pendidikan
§  Agar mahasiswa mengetahui tentang pengembangan kompetensi sarjana (S1) Teknologi Pendidikan
§  Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Teknologi Pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Definisi
Teknologi Pendidikan adalah belajar dan praktek etis dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan mengelola proses teknologi dan sumber daya yang tepat.
Profesi adalah pekerjaan yang memerlukan pendidikan keahlian khusus, pengabdian yang terus menerus, serta terikat pada kode etik tertentu.
2.2  Visi Teknologi Pendidikan
              Komponen integral yang menentukan dalam sistem belajar dan pembelajaran, yang mampu mengembangkan potensi optimal peserta didik/warga belajar sehingga terwujud masyarakat belajar dan berpengetahuan.
2.3  Misi Teknologi Pendidikan
·         Dilakukannya pendekatan integratif dengan semua kegiatan pembangunan di segala bidang terutama pendidikan.
·         Tersedianya tenaga profesi untuk mengelola dan melaksanakan kegiatan.
·         Bertambahnya nilai sosial-ekonomi.
·         Dihindari adanya gejolak negatif.
·         Dikembangkannya pola dan sistem untuk pemberdayaan pemelajar dengan aneka kondisi & kebutuhan.
·         Dihasilkannya inovasi sistem belajar dan pembelajaran yang efektif.
2.4  Tujuan Teknologi Pendidikan
Terpenuhinya kebutuhan belajar para warga masyarakat yang beragam, dengan diciptakannya berbagai sistem dan pola belajar-pembelajaran, dan secara tidak langsung merangsang kegiatan dan perkembangan sosial, ekonomi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.5  Visi Pendidikan Profesi Teknologi Pendidikan
Penghasil tenaga praktisi dan akademisi yang berakhlak mulia dan berkepribadian, yang terampil, mahir dan ahli  serta memiliki wawasan dan kompetensi dalam menciptakan, melaksanakan, dan mengelola sumber dan proses  untuk memfasilitasi terjadinya belajar dan meningkatnya kinerja, yang berlandaskan pada teori dan praktek etis.
2.6  Misi Pendidikan Profesi Teknologi Pendidikan
·         Melaksanakan kegiatan kependidikan, pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang teknologi pendidikan.
·         Bekerjasama dengan berbagai lembaga terkait, dalam usaha mengembangkan sumberdaya insani dan non-insani guna memecahkan masalah belajar.
2.7  Tujuan Pendidikan Profesi Teknologi Pendidikan
Menghasilkan tenaga profesional yang mampu memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja manusia dalam berbagai situasi dan kondisi, secara efektif, efisien, dan serasi dengan mengunakan pendekatan teoretikal dan praktikal teknologi pendidikan.
2.8  Pembangunan Pendidikan
Dalam GBHN 1978 ada 23 butir kebijakan dasar pembangunan pendidikan, sedangkan dalam GBHN 1983 terdapat 17 butir. Dari semua butir itu hanya dua butir saja untuk melandasi makalah ini, yaitu butir yang menyatakan titik berat program pembangunan pendidikan dan butir mengenai pembangunan sistem pendidikan.
Beberapa aspek pembangunan pendidikan
·         GBHN 1978 : “ Titik berat pembangunan … diletakkan pada perluasan pendidikan dasar dalam rangka mewujudkan pelaksanaan wajib belajar yang sekaligus memberikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan lingkungannya serta peningkatan pendidikan teknik dan kejuruan pada semua tingkat …”
“ Peningkatan aspek pemerataan yang dikaitkan dengan peningkatan kesempatan belajar, bertujuan meningkatkan pelayanan pendidikan … Kegiatan pendidikan dalam bentuk Sekolah Terbuka, PAMONG, Sekolah Kecil … diharapkan akan dapat memperkecil jurang perbedaan dalam kesempatan untuk mendapat pelayanan pendidikan.”
·         GBHN 1983 : “ Titik berat pembangunan … diletakkan pada peningkatan mutu, dan perluasan pendidikan dasar dalam rangka mewujudkan dan memantapkan pelaksanaan wajib belajar, serta meningkatan perluasan kesempatan belajar pada tingkat pendidikan menengah.”
·         GBHN 1978 : “ Sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan segala bidang yang memerlukan berbagai jenis keahlian dan keterampilan serta dapat sekaligus meningkatkan produktivitas, mutu, dan efisiensi kerja.”
·         GBHN 1983 : “ Sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan di segala bidang yang memerlukan jenis-jenis keahlian dan keterampilan serta dapat sekaligus meningkatkan produktivitas, kreativitas, mutu, dan efisiensi kerja … “
Program dan kegiatan yang dilakukan atas dasar pertambahan kuantitatif dalam garis linear, seperti menambah jumlah gedung, guru, buku, dan lain-lain. Sedangkan, penambahan bersifat inovatif ditempuh atas dasar analisis keadaan yaitu dengan menjabarkan tujuan, mengidentifikasikan hambatan, faktor pendukung, dan alternatif tindakan.
Pada akhir PELITA II diidentifikasikan meluapnya lulusan SD sebagai konsekuensi dari keberhasilan pembangunan SD melalui program SD Inpres. Hambatan dalam program SD Inpres yang dianggap tidak realistis adalah :
1.      Wilayah Indonesia yang terdiri dari sekitar 13.500 pulau sepanjang 4.800 km menimbulkan tantangan dan hambatan tersendiri dalam hal jarak, komunikasi, serta transportasi.
2.      Kekurangan tenaga guru baik secara kuantitatif maupun kualitatif
3.      Jumlah anak usia SMP yang terpaksa belum dapat menikmati pendidikan tingkat SMP karena alasan-alasan geografis dan sosial ekonomis.
4.      Kebiasaan belajar mandiri sebagai potensi internal pada anak belum dikembangkan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
5.      Banyak pendapat yang menganggap bahwa proses belajar hanya terjadi di dalam gedung sekolah dan bahwa proses belajar itu terjadi karena adanya guru yang mengajar.
Faktor pendukung yang diidentifikasikan dalam program SD Inpres :
1.      Adanya satu kurikulum SMP yang berlaku dan bersifat nasional, yang member peluang untuk peningkatan kualitas anak dalam hal ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilannya, budi pekertinya, kepribadiannya, semangat kebangsaannya, dan kemampuannya sebagai manusia pembangunan untuk membangun dirinya serta bangsanya.
2.      Adanya satu  sistem pemerintahan yang memberikan prioritas tinggi dalam pembangunan.
3.      Adanya sumber daya yang mau dan mampu memikirkan alternatif-alternatif tindakan kependidikan untuk memecahkan berbagai persoalan pendidikan di Indonesia.
4.      Adanya kemampuan dan tersedianya landasan konseptual teknologi pendidikan yang dipergunakan untuk menunjang proses pendidikan secara efektif dan efisien.
5.      Tersedianya modal hasil pembangunan yang dapat dimanfaatkan bagi pembangunan pendidikan seperti misalnya yang tercermin dari Anggaran Belanja dan Pembangunan Negara 1982/1983.
6.      Adanya keinginan belajar yang makin meluas dikalangan masyarakat Indonesia.
7.      Adanya kemauan dan kemampuan masyarakat untuk berperan serta dalam berbagai kegiatan pendidikan formal maupun nonformal.
Alternatif yang diidentifikasikan dalam program SD Inpres adalah :
1.      Penambahan daya tampung SLP yang dilakukan baik dengan penambahan sekolah baru dan meningkatkan efisiensi internal.
2.      Peningkatan daya tampung sekolah-sekolah swasta.
3.      Pengembangan sekolah terbuka dengan media korespondensi, modul, siaran radio, siaran televisi, dan lain-lain.
4.      Pembukaan kursus-kursus keterampilan praktis di luar sekolah sebagai jalur penyaluran ke masyarakat.
2.9  Potensi Teknologi Pendidikan
              Teknologi Pendidikan dapat didefinisikan dengan berbagai macam formulasi, seperti :
·         Teknologi Pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan terintegrasi meliputi manusia, alat, dan sistem, termasuk diantaranya gagasan, prosedur, dan organisasi.
·         Teknologi Pendidikan memakai pendekatan yang sistematis dalam rangka menganalisa dan memecahkan persoalan proses belajar.
·         Teknologi Pendidikan merupakan suatu bidang yang berkepentingan dengan pengembangan secara sistematis berbagai macam sumber belajar, termasuk di dalamnya pengelolaan dan penggunaan sumber tersebut.
·         Teknologi Pendidikan merupakan suatu bidang profesi yang terbentuk dengan adanya usaha terorganisasikan dalam mengembangkan teori, melaksanakan penelitian, dan aplikasi praktis perluasan, serta peningkatan sumber belajar.
·         Teknologi Pendidikan beroperasi dalam seluruh bidang pendidikan secara integratif, yaitu secara rasional berkembang dan berintegrasi dalam berbagai kegiatan pendidikan.
                    Fungsi potensi Teknologi Pendidikan :
1)      Meningkatkan produktivitas pendidikan
§  Mempercepat tahap belajar (rate of learning).
§  Membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik.
§  Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru dapat lebih banyak membina dan mengembangkan kegairahan belajar anak.
2)      Memberikan kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual
§  Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional.
§  Memberikan kesempatan anak berkembang sesuai kemampuannya.
3)      Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pengajaran
§  Perencanaan program pengajaran yang lebih sistematis.
§  Pengembangan bahan pengajaran yang ditandai penelitian tentang perilaku.
4)      Lebih memantapkan pengajaran
§  Meningkatkan kapabilitas manusia dengan berbagai media komunikasi.
§  Penyajian informasi dan data secara lebih konkret.
5)      Memungkinkan belajar secara seketika (immediacy of learning)
§  Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran di dalam dan di luar sekolah.
§  Memberikan pengetahuan langsung.
6)      Memungkinkan penyajian pendidikan lebih luas, terutama adanya media massa
§  Pemanfaatan bersama (secara lebih luas) tenaga/kejadian yang langka.
§  Penyajian informasi menembus batas geografi (Ely,1979).
        Apabila kita analisis potensi dan pengertian Teknologi Pendidikan maka kita dapati dua fungsi utama dalam bidang Teknologi Pendidikan, yaitu fungsi pengembangan dari teori, rancangan, produksi, evaluasi, seleksi, logistik, pemanfaatan dan penyebaran, serta fungsi pengelolaan dari organisasi dan personal.

2.10                         Konsepsi Dasar dan Asumsi
              Konsepsi Dasar :
1)      Bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan kegiatan yang dilakukan oleh anak didik yang berakibat terjadinya perubahan pada diri pribadinya. Prinsip ini berarti bahwa yang harus diutamakan adalah “ kegiatan belajar anak didik “ dan bukannya “ sesuatu yang diberikan kepada anak didik “.
2)      Bahwa pendidikan  adalah proses yang berlangsung seumur hidup. Prinsip ini bila dilaksanakan secara konsisten akan dapat memengaruhi kurikulum secara radikal, yaitu tidak lagi berisikan materi dan tradisi yang perlu diketahui, melainkan berintikan pada “ peranti “ (tools) untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi lebih lanjut.
3)      Pendidikan dapat berlangsung kapan dan dimana saja, yaitu pada saat dan bertempat yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan anak didik.
4)      Pendidikan dapat berlangsung secara mandiri (independent) dan dapat berlangsung secara efektif dengan dilakukannya pengawasan dan penilikan berkala. Prinsip ini berarti bahwa pendidikan tidak harus berlangsung dalam kelompok dengan pengawasan terus-menerus dari seseorang pada tempat yang tertentu, misalnya dalam ruangan kelas.
5)      Pendidikan dapat berlangsung secara efektif baik di dalam kelompok yang homogen, heterogen maupun perseorangan (individualized). Prinsip ini berarti bahwa pengelompokan anak sekitar 30-40 orang atas dasar homogenitas, yang selama ini kita pakai sebagai “ standar ” akan mengalami perubahan.
6)      Belajar dapat diperoleh dari siapa dan apa saja, baik yang sengaja dirancang maupun  yang diambil manfaatnya. Prinsip ini berarti bahwa bila seseorang mempunyai kesadaran, dan minat untuk belajar, dia dapat mengambil pelajaran dari siapa saja, tidak hanya orang tua dan guru melainkan pula teman sebaya, pemuka masyarakat, dan anggota masyarakat lain.
                    Asumsi :
1)      Orientasi pada kehadiran guru yang terdapat pada kebanyakan sistem sekolah pada saat ini dapat dikurangi dengan menambah komponen media pendidikan yang dipergunakan.
2)      Kemampuan membaca (reading ability) yang diperoleh anak dari pendidikan di SD merupakan modal yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan belajar sendiri melalui media cetak.
3)      Kegiatan belajar mandiri dan belajar berkelompok siswa tingkat SMP dapat diarahkan dan diatur secara melembaga melalui pengaturan dan pengarahan program, penjadwalan, dan pemberian stimulasi.
4)      Modifikasi peranan komponen fungsional dan proses dalam sistem pendidikan (guru, media, sarana, dan media belajar) dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah hakikat dan fungsi sekolah.
5)      Dalam beberapa situasi dan kondisi tertentu, media pendidikan dapat menggantikan sebagian tugas guru, terutama untuk penyajian bahan untuk belajar.
6)      Inovasi dalam Teknologi Pendidikan pada hakikatnya merupakan proses sistematis untuk terjadinya tindak belajar dengan memanfaatkan berbagai sumber, dapat merupakan alternatif pemecahan masalah pemerataan pendidikan, terutama yang disebabkan karena faktor-faktor guru bermutu yang makin langka, terbatasnya sarana, faktor-faktor geografi, dan ekonomi.
7)      Inovasi dalam bentuk kelembagaan sekolah terbuka dapat diterapkan (applicable) untuk melaksanakan konsep dasar dan asumsi.
8)      Sistem sekolah terbuka dapat membantu lebih berkembangnya citra baru dalam masyarakat bahwa pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan apa saja yang sengaja dibentuk.
2.11          Karakteristisk dan Strategi Penerapan Teknologi Pendidikan
Penerapan Teknologi Pendidikan tidak selalu tampak secara fisik, apalagi karena TP merupakan konsepsi yang terjalin dan terintegrasi dalam berbagai bidang pendidikan.
Dengan menganalisis pengarahan dari Dr. Daoed Joesoef, ada dua identifikasi karakteristik yaitu :
·         Karakteristik yang tampak :
1)      Adanya sumber belajar yang dipakai anak didik untuk belajar.
2)      Adanya berbagai bentuk pola belajar-mengajar serta berbagai bentuk lembaga pendidikan.
·         Karakteristik yang tidak tampak :
1)      Proses pengembangan sumber belajar.
2)      Pengembangan sistem pembelajaran.
PELITA III menghasilkan produk-produk, seperti pengadaan film pendidikan, pengadaan unit alat peraga, penggunaan modul, pelajaran berprogram, siaran radio dan televisi, pengadaan lab bahasa, dan lain-lain. Produk-produk tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas belajar.
Tahun 1979, disebarkan alat peraga untuk Sekolah Dasar, diantaranya 83000 set alat peraga IPS, 88000 set alat peraga Matematika, dan 25000 set alat peraga IPA. Tetapi masih perlu dikaji supaya berhasil untuk meningkatkan efektivitas belajar. Sedangkan, sejumlah perguruan tinggi negeri telah dibangun sebelum tahun 1980, suatu unit baru yang disebut Pusat Sumber Belajar (PSB atau Learning Resources Center [LRC]) yang dirancang untuk membantu meningkatkan pendidikan tenaga pendidikan.
PELITA I mulai diperkenalkan pemikiran dan pendekatan sistem dalam merencanakan pembangunan pendidikan. Dengan konsep sistem ini diusahakan pendekatan atas dasar proses, yaitu merumuskan lebih dahulu masalah keterbatasan, kemampuan, alternative, tujuan, kriteria, ujicoba, evaluasi, dan kemudian penyebaran/pelaksanaan.
Tahun 1972, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mashuri, SH., dalam pidato pengarahan tanggal 3 januari dalam lokakarya siaran pendidikan, mengemukakan “ … penjelajahan kemungkinan … harus mempertimbangkan keterbatasan dalam tenaga …
Menteri Syarif Thayeb dalam pengarahan Rapat Koordinasi Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 16 mei 1976 memberikan prioritas pertama pada program “ pengembangan tenaga dalam berbagai aspek teknologi pendidikan melalui latihan teknis maupun praktis “.
Tahun 1976 dimulai program pendidikan akademis dalam bidang teknologi pendidikan di dalam dan di luar negeri (sejak tahun 1963 hingga tahun 1977 baru ada 2 orang tenaga dengan latar belakang akademis Teknologi Pendidikan).
Tahun 1977 memperoleh bantuan teknis dan USAID untuk pendidikan dan latihan tenaga. Dengan bantuan ini dapat dilatih 16 tenaga ke Korea Selatan, Hongkong, Malaysia, dan Singapura, 20 orang untuk program gelar Master di Syracuse University USA, dan didatangkan 4 orang guru besar dan konsultan untuk membantu mendidik tenaga dalam negeri.
Bidang studi Teknologi Pendidikan mulai diadakan pada tahun akademi 1976-1977 di IKIP Jakarta pada jenjang sarjana dan tahun 1978-1979 di jenjang pascasarjana (S2 dan S3)
Tahun 1983 tercatat telah diberikan kesempatan studi kepada 226 mahasiswa tingkat S1, 64 mahasiswa tingkat S2, dan 43 mahasiswa tingkat S3, serta 2.190 orang dalam berbagai keterampilan. Tersedianya tenaga secara terus-menerus, dengan jumlah dan mutu yang meningkat, merupakan kunci keberhasilan strategi penerapan teknologi pendidikan.
2.12          Kompetensi Tenaga Ahli
Tenaga ahli yang dimaksud adalah sarjana atau lulusan S1. Sedangkan lulusan S2 disebut megister, dan S3 Doktor. Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugas.
·         S1 (Sarjana) : Dibuka pertama kali tahun 1976 di IKIP Jakarta. Sekarang dibuka di 31 PT. Di tingkatan ini, lebih ditekankan pada kawasan pemanfaatan / penggunaan.
·         S2 (Magister) : Dibuka pertama kali tahun 1978 di IKIP Jakarta. Sekarang dibuka di 14 PT. Di tingkatan ini, lebih menekankan pada fungsi pengelolaan, penilaian dan penelitian disamping perancangan (desain) yang setingkat dibawah S3.
·         S3 (Doktor) : Dibuka pertama kali tahun 1978 di IKIP Jakarta. Sekarang di 4 PT (UNJ, UNP, UNS,& UM). Di tingkatan ini, lebih memfokuskan diri pada penilaian dan penelitian disamping perancangan.
Deskripsi kompetensi memakai dua pendekatan, yaitu :
1)      Pendekatan pertama: bertolak dari kebutuhan nyata yang sudah ada.
2)      Pendekatan kedua: bertolak dari analisis teoritis/ empirik.
Dengan memakai pendekatan kebutuhan diperlukan tenaga dalam bidang:
1)      Pengembangan program pembelajaran
§  Tingkat sistem, seperti sistem SMP Terbuka, sistem SD Pamong, sistem SD Kecil, dan lain-lain.
§  Tingkat komponen sistem, seperti laboratorium bahasa, laboratorium microteaching, Pusat Sumber Belajar (PSB), dan lain-lain.
2)      Pengembangan produk untuk keperluan belajar dan pembelajaran yang terutama bertanggung jawab dalam keseluruhan aspek produksi media pendidikan, dan mengembangkan teknik- teknik tertentu dalam memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk keperluan anak didik. Yang termasuk dalam kelompok ini: penulis modul, penulis cerita dan skenario, sutradara, produser, editor, tutor, monitor, fasilitator, dan lain-lain.
3)      Pengelola media dan alat, yang bertanggung jawab untuk melayani keperluan guru atau anak didik akan sumber- sumber belajar yang diperlukan. Misalnya, merawat peralatan dan media, mengoperasikan dan memperbaiki peralatan, menyimpan dan mengambil kembali (storage and retrieval), serta mendistribusikan kepada mereka yang memerlukan.
4)      Penyebaran konsep dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Diharapkan semua calon guru, guru, dan tenaga pendidikan lain dapat memahami konsep dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Oleh karena itu diperlukan tenaga pengajar dalam bidang teknologi pendidikan untuk sekolah-sekolah pendidikan guru dan tenaga kependidikan.
Fungsi yang diperlukan bagi keempat bidang tugas, yaitu :
a.       Untuk pengembangan program pembelajaran, terutama dalam perencanaan model atau pola untuk kegiatan pembelajaran, pemanfaatan media dan berbagai teknik pembelajaran, penyebaran informasi/promosi program teknologi pendidikan, serta pemahaman konsepsi dan prinsip teknologi pendidikan.
b.      Untuk pengembangan produk, terutama diperlukan dalam bidang rancangan paket-paket belajar dan produksi dari paket-paket tersebut serta berbagai teknik dalam pemanfaatan paket belajar.
c.       Untuk pengelolaan media dan alat, terutama dalam bidang logistik, evaluasi dan seleksi, perencanaan dan pengelolaan peralatan dan media, serta pengelolaan lembaga yang bertanggungjawab dalam media pendidikan.
d.      Untuk guru/ tenaga pendidik, terutama dalam bidang teori dan aplikasi, pemanfaatan media dan teknik pembelajaran, serta dalam menyebarkan informasi dan produk teknologi pendidikan.
Pendekatan teoritis, yaitu dengan menganalisis fungsi dalam kawasan teknologi pendidikan dan fungsi itu dicocokkan dalam bidang tugas, akan terdapat matriks dengan kotak-kotak kompetensi seperti dalam table berikut ini.
FUNGSI
BIDANG TUGAS
Pengembangan Program Pembelajaran
Pengembangan Produk Pembelajaran
Pengelolaan Media & Sarana Pembelajaran
Pengajaran Teknologi Pendidikan
Teori-riset
V
VV
VV
V
Rancangan
V
V
VV
VV
Produksi
VV
V
VV
VV
Evaluasi Seleksi
VV
VV
VV
VV
Logistik
-
-
v
VV
Pemanfaatan
V
-
VV
V
Penyebaran
V
VV
v
V
Pengelolaan :
-          Organisasi
-          Personel
VV
VV
v
VV

VV = kompetensi utama
v = kompetensi penunjang
Kelompok kompetensi secara lebih umum, sebagai berikut:
1)      Kemampuan memahami landasan teori dan aplikasi Teknologi Pendidikan.
2)      Kemampuan merancang pola pembelajaran.
3)      Kemampuan produksi media pendidikan.
4)      Kemampuan evaluasi program dan produk pembelajaran.
5)      Kemampuan mengelola media dan sarana belajar.
6)      Kemampuan memanfaatkan media pendidikan dan teknik pembelajaran.
7)      Kemampuan menyebarkan informasi dan produk teknologi pendidikan.
8)      Kemampuan mengelola lembaga sumber belajar.
Lulusan pendidikan tinggi diharapkan juga mampu melaksanakan penelitian dalam bidangnya, maka kemampuan penelitian merupakan bagian dari teori yang dapat dianggap sebagai kompetensi tersendiri, yaitu kemampuan melaksanakan penelitian di bidang teknologi pendidikan.
Inventarisasi mata kuliah yang mendukung tercapainya kompetensi, meliputi:
1)      Pengantar Teknologi Pendidikan
2)      Dasar- dasar komunikasi
3)      Pendekatan Sistem dan Pendidikan
4)      Teori Belajar dan Pembelajaran
5)      Pengantar Media Pendidikan
6)      Dasar- dasar penelitian pendidikan
7)      Kemasalahan Teknologi Pendidikan
8)      Seminar Teknologi Pendidikan
9)      Desain Pesan Pembelajaran (media sebagai output)
10)  Prinsip - prinsip Pengembangan Sistem Pembelajaran
11)  Lokakarya Produksi Media Sederhana
12)  Lokakarya Produksi Media Grafis
13)  Lokakarya Produksi Media Audio
14)  Lokakarya Produksi Media Foto
15)  Lokakarya Produksi Media Film
16)  Lokakarya Produksi Media Video
17)  Lokakarya Produksi Media Belajar Perorangan
18)  Evaluasi Kegiatan Pembelajaran
19)  Evaluasi Formatif (media) dan Sumatif
20)  Klasifikasi dan Katalogisasi Sumber Belajar
21)  Penyimpanan dan Penyediaan Sumber Belajar
22)  Akuisisi dan Inventarisasi Sumber Belajar
23)  Seleksi dan Pemanfaatan Media Pembelajaran
24)  Pemanfaatan Media dalam Sistem Pendidikan
25)  Penggunaan Teknik- teknik Pembelajaran
26)  Internship / Praktik
27)  Difusi Inovasi Pendidikan
28)  Pengelolaan Pembelajaran
29)  Pelayanan dan Sirkulasi
30)  Pengelolaan Sumber Belajar
31)  Perencanaan Fasilitas Sumber Belajar
32)  Pengelolaan Personel Pembelajaran
Pemilihan mata kuliah yang akan ditawarkan tergantung pada beban akademik yang diperlukan, ketersediaan dosen pembinanya, serta sarana - prasarana yang menunjang, seperti labotarium, dan sebagainya. Kecuali itu dengan mempertimbangkan bahwa teknologi, terutama perangkat keras, berkembang dengan pesat maka kompetensi harus selalu ditingkatkan sesuai dengan perkembangan tersebut.
2.13 Jenjang Profesi Teknologi Pendidikan
§  Praktisi :
ü  Ahli
ü  Mahir
ü  Terampil
§  Akademisi :
ü  Doktor
ü  Magister
ü  Sarjana
2.14 Kompetensi Praktisi Teknologi Pendidikan
·         Terampil, mahir dan/atau ahli dalam mempraktekkan salah satu atau beberapa kawasan teknologi perndidikan yang berkaitan.
·         Melaksanakan program pembelajaran dalam lingkungan khusus secara sistematik dan sinergistik.
·         Menerapkan dan menyebarkan inovasi di dalam dan di luar lingkungan.
2.15 Kompetensi Sarjana Teknologi Pendidikan
·         Menciptakan, menggunakan dan mengelola aneka proses dan sumber untuk memfasilitasi belajar  dan meningkatnya kinerja.
·         Mengembangkan program pembelajaran dalam lingkup lembaga pendidikan, pelatihan, dan pengembang Sumber Daya Manusia.
·         Mengevaluasi efektivitas dan efisiensi sumber belajar dan proses pembelajaran.
·         Mengelola sistem pemanfaatan sumber belajar.
·         Melakukan pembaharuan dalam lingkungan pengabdiannya.
2.16 Kompetensi Magister Teknologi Pendidikan
·         Menguasai konsep dalam merancang, mengelola, dan menilai kegiatan dalam berbagai kawasan teknologi pendidikan.
·         Bertindak aktif dalam pengembangan bidang teknologi pendidikan sebagai teori dan praktek.
·         Merumuskan penyelesaian masalah belajar dan pembelajaran dengan pendekatan teknologi pendidikan.
·         Meningkatkan pelayanan profesi teknologi pendidikan melalui penelitian dan pengembangan.
·         Mengelola lembaga pengembang sumber belajar
2.17 Kompetensi Doktor Teknologi Pendidikan
·         Merancang kebijakan untuk mengatasi masalah belajar dengan pendekatan teknologi pendidikan
·         Meneliti dan mengembangkan pendekatan baru dalam belajar dan pembelajaran.
·         Membangun dan mengelola kerjasama dalam jaringan.
·         Menyebarkan gagasan tentang peran teknologi pendidikan dalam pengembangan dan pemanfaatan sumber daya.
2.18 Kode Etik Profesi
·         KEWENANGAN DAN KEWAJIBAN
ü  Mengamalkan keahlian & keterampilan
ü  Mengembangkan konsep, prinsip & prosedur
ü  Memelihara dan mempertahankan martabat
ü  Melaksanakan profesi sesuai nilai-nilai yang berlaku
·         TANGGUNG JAWAB KEPADA PERORANGAN
·         TANGGUNG JAWAB KEPADA MASYARAKAT
·         TANGGUNG JAWAB KEPADA REKAN SEPROFESI
·         TANGGUNG JAWAB KEPADA ORGANISASI & PROFESI
2.19 Organisasi Profesi
·         IKATAN PROFESI TEKNOLOGI PENDIDIKAN  (IPTPI) - didirikan pada tanggal 26 September 1987
·         IKATAN PENGEMBANG TEKNOLOGI PENDIDIKAN (IPTPI) – perubahan nama pada Kongres  VI tanggal 25 Agustus 2008
·         Kepemimpinan periode 2008 - 2012
Ketua Umum : Prof.Dr.Atwi Suparman,M.Sc
Sekretaris Umum : Dr. Yuliani Nurani, M.Pd.
2.20 Organisasi Profesi Mancanegara
·         Association for Educational Communications and Technology (AECT) USA
·         Australian Society for Educational Technology (ASET)
·         Malaysian Educational Technology Association (META)
·         All India Association for Educational Technology (AIAET)
·         The Arab States Educational Technology Centre (ASETC) Kuwait
·         Institute of Modern Educational Technology- Beijing
·         National Council for Educational Technology (NCET) United Kingdom
·         Associacio Brasiliera de Technologia Educational, Brazilia


BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Teknologi Pendidikan adalah belajar dan praktek etis dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan mengelola proses teknologi dan sumber daya yang tepat.
Profesi adalah pekerjaan yang memerlukan pendidikan keahlian khusus, pengabdian yang terus menerus, serta terikat pada kode etik tertentu.
Tujuan Pendidikan Profesi Teknologi Pendidikan adalah menghasilkan tenaga profesional yang mampu memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja manusia dalam berbagai situasi dan kondisi, secara efektif, efisien, dan serasi dengan mengunakan pendekatan teoretikal dan praktikal teknologi pendidikan.
Apabila kita analisis Penerapan Teknologi Pendidikan tidak selalu tampak secara fisik, apalagi karena Teknologi Pendidikan merupakan konsepsi yang terjalin dan terintegrasi dalam berbagai bidang pendidikan.
Potensi dan pengertian Teknologi Pendidikan maka Kita dapati dua fungsi utama dalam bidang Teknologi Pendidikan, yaitu fungsi pengembangan dari teori, rancangan, produksi, evaluasi, seleksi, logistik, pemanfaatan dan penyebaran, serta fungsi pengelolaan dari organisasi dan personal.
Tenaga ahli yang dimaksud adalah sarjana atau lulusan S1. Sedangkan lulusan S2 disebut megister, dan S3 Doktor. Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugas.
Jenjang Profesi Teknologi Pendidikan adalah praktisi dan akademisi. Praktisi ada tiga macam, yaitu ahli, mahir, dan terampil. Sedangkan, akademisi ada tiga macam, yaitu doktor, magister, dan sarjana.
Kompetensi Praktisi Teknologi Pendidikan, yaitu terampil, mahir dan/atau ahli dalam mempraktekkan salah satu atau beberapa kawasan teknologi perndidikan yang berkaitan; melaksanakan program pembelajaran dalam lingkungan khusus secara sistematik dan sinergistik; Menerapkan dan menyebarkan inovasi di dalam dan di luar lingkungan.
Kompetensi Sarjana Teknologi Pendidikan, yaitu menciptakan, menggunakan dan mengelola aneka proses dan sumber untuk memfasilitasi belajar  dan meningkatnya kinerja; mengembangkan program pembelajaran dalam lingkup lembaga pendidikan, pelatihan, dan pengembang Sumber Daya Manusia; mengevaluasi efektivitas dan efisiensi sumber belajar dan proses pembelajaran; mengelola sistem pemanfaatan sumber belajar; melakukan pembaharuan dalam lingkungan pengabdiannya.


Daftar Pustaka
Miarso, Yusufhadi. 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta : Kencana
Miarso, Yusufhadi. Profesi dan Pendidikan Keahlian Teknologi Pendidikan
http://www.teknologipendidikan.net/2008/09/15/kompetensi-sarjana-teknologi-pendidikan/


Mata Kuliah : Pengantar Teknologi Pendidikan
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Jakarta

Harapanku Wanita Biasa


Duhai yang memilihku 
Asal engkau tau, aku bukanlah wanita yang sempurna di pandanganmu
karena kadang aku masih banyak khilaf di belakang pandanganmu 

Duhai yang telah memilihku 
Asal engkau tau, aku bukanlah wanita yang sempurna dalam pendengaranmu
karena kadang aku juga pernah berkata buruk, bahkan aku juga mungkin pernah berbohong entah pada siapa mungkin padamu atau pada orang lain dengan sadar atau tidak sadar saat melakukannya 
Maafkan aku, aku juga wanita biasa 

Duhai engkau yang memilihku 
Asal engkau tau aku bukanlah wanita yang sempurna menurut hatimu
karena kadang hatiku tak selalu lurus pada-Nya, aku sering lupa akan Asmanya, aku sering lupa bersholawat atas kekasih-Nya, Aku sering alfa untuk membaca Ayat-Nya, bahkan kewajibannya sering kutinggalkan
Maafkan, aku hanya wanita biasa 

Duhai yang memilihku 
Meski aku penuh kekurangan aku ingin kita saling melengkapi, saling mengingatkan saat lalai ,tegur aku jika lalai pada-Nya, jangan engkau diam saja! 

Duhai yang memilihku 
Aku tau aku wanita biasa yang ketaatannya tak seberapa tapi aku punya cita cita,
Aku punya tujuan yaitu memasuki JANNAH ALLAH dengan menggenggam tanganmu 
Bantu aku mewujudkannya 

^_^

Tips Kalau Kamu Ingin Jadi Penerus Pahlawan Yang Baik

1. Kamu harus disiplin
2. Kamu harus menghargai waktu, karena waktu tidak akan terulang kembali
3. Belajarlah dengan giat, karena pahlawan harus pintar, cerdik, dan ulet
4. Kamu harus punya pendirian yang kuat
5. Kamu harus percaya diri dengan segala masalah yang ada dihadapanmu
6. Dan Ingat!! Jangan pantang menyerah dan cepat putus asa

Ku Hanya Ingin Pasangan Yang Sederhana

Aku hanyalah wanita biasa ...
Bukannya wanita berparas cantik jelita
Bukan pula wanita yang punya segalanya

Aku hanyalah seorang wanita yang ingin pasangan sederhana
Aku tidak ingin menilai setampan apa rupanya
Aku tidak ingin menilai sebanyak apa hartanya
Aku tidak ingin menilai setinggi apa jabatannya

Pasangan yang berlandaskan ketakwaan-Nya
Pasangan yang mengharapkan Surga-Nya
Pasangan yang akan membawa keberkahan dan keridhoan-Nya
Aku berharap kelak di sebuah perbatasan waktu
Aku dipertemukan dengan pasangan pilihan-Nya

Seseorang yang hatinya terpaut kepada-Nya
Seseorang yang mengikuti sunnah Rasul-Nya
Seseorang yang berpedoman pada kitab-Nya
Seseorang yang akan ikhlas menerima segala kekuranganku
Seseorang yang akan mampu membimbing hidupku
Seseorang yang akan mampu mengisi dan melengkapi hari-hariku
Seseorang yang akan menahkodai bahtera rumah tanggaku
Seseorang yang mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan dariku

Aku ingin menyayanginya secara sederhana
Aku harap dia juga menyayangiku secara sederhana
Sesederhana aku dalam mencintainya
Biarlah saat ini aku menyemai cinta bersama-Nya
Menyemai kerinduan akan wajah-Nya
Sebelum aku dipertemukan dengannya

Aku bermimpi untuk membangun istana indah
Walaupun istana itu hanyalah pondok kecil yang terbuat dari bambu
Berpagarkan ketulusan cinta dan kasih sayang
Akan ku jadikan pondokku sebagai Surga bagi suami dan anak-anakku

Hanya satu keinginanku ...
Ingin menjadi seorang istri sholehah

amiin ^___^

Kamis, 04 Oktober 2012

Piranti produktifitas, piranti perambaan/browser, dan piranti hiburan/multimedia player

1. Piranti produktifitas (office: pengolah kata, presentasi, pengolah angka) Perbedaan : 1) Pengolah Kata ( Microsoft Word ) Microsoft Word (MS Word) merupakan program untuk mengolah kata. Program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. Selain menulis dokumen, MS Word juga dapat digunakan untuk bekerja dengan tabel, menulis teks dengan kreasi, menyisipkan gambar, maupun yang lainnya. Kelebihan : 1. Word dilengkapi tool dasar untuk desktop publishing. 2. Fasilitas lebih lengkap dari versi sebelumnya. 3. Pada tampilan menu ‘INSERT’, menu picture, clipart, dll dilengkapi dengan gambar-gambar dengan ukuran yang sedikit besar dan berwarna yang membuat tampilannya kelihatan lebih menarik. 4. Terdapat menu ‘REFERENCES’ yang sebelumnya tidak terdapat pada Microsoft Word 2003. Pada menu ini terdapat cara untuk memudahkan membuat daftar pustaka, daftar isi atau sebagainya. 5. Terdapat ‘Office Button’ atau tombol bulat di pojok kiri atas yang sebagian besar gunanya untuk menggantikan fungsi menu file. 6. Loading lebih cepat dari versi sebelumnya. 7. Ukuran file yang dihasilkan lebih kecil. 8. Gaya tulisan yang lebih banyak dan terbaru. 9. Pengaturan naskah lebih mudah jika sudah menguasainya. 10. Dapat membaca semua file dari semua versi office yang ada. 11. Terdapat smartart, yaitu sekumpulan template grafis yang mudah digunakan. 12. Terdapat ‘quick acces toolbar’. 13. Saat menu utama di klik langsung muncul ikon – ikon yang disebut dengan ribbon. 14. Dapat menyisipkan gambar ke dalam naskah. 15. Title Bar terletak tepat di bagian tengah atas. 16. Mempunyai 7 menu utama yang terkesan lebih simple dari versi sebelumnya. 17. Toolbar ditampilkan secara vertical sehingga tidak mengganggu lembar kerja. 18. Dapat mempublish atau memposting tulisan ke blog. 19. Sudah mulai ada perkembangan untuk ‘Save as’. Kita dapat menyimpan file dengan default yang kita hendaki yakni Word document, Word template, Word 97-2003 document. 20. Template yang digunakan sudah mulai beragam. 21. Tampilan lebih menarik. 22. Memiliki preview dari setiap ikon tentang pengaturan halaman apabila kita dekatkan kursor pada ikon yang kita kehendaki. 23. Terdapat fasilitas untuk menggunakan ‘equation’ untuk menulis rumus. 24. Multi dukungan untuk .NET, Web (kompatibilitas lebih bagus). 25. Desain baru yang lebih mengutamakan kemudahan penggunaan. 26. Office 2007 dilengkapi dengan tambahan-tambahan fitur dan fungsi yang lebih dari offiice 2003 seperti efek grafik, efek gambar (yang memungkin kita tidak perlu menggunakan software gambar lain untuk mengedit foto). 27. Dilengkapi tool dasar untuk desktop publishing. Kelemahan: 1. Perubahan design yang drastis sehingga mengharuskan pengguna baru untuk mempelajari lagi dan membutuhkan waktu hingga terbiasa. 2. Relatif berat, terutama di mesin yang pas-pasan. 3. Banyak fitur yang mubazir, apalagi kalau kita menggunakannya untuk sekedar menulis surat. 4. Installer yang lebih besar. 5. Spesifikasi yang dicapai lebih berat, yaitu processor sebesar 500 MHz (kecepatannya), RAM sebesar 256 MB (disarankan 512 MB), VGA 64 MB (agar pemrosesan gambar lebih cepat), HDD yang disediakan minimal 600 MB (disarankan 1 GB). 6. Minimal OS Windows XP dengan SP2. 7. Sedikit lebih sulit bagi orang – orang yang sudah terbiasa menggunakan Microsoft Word 2003. 8. File yang dihasilkan defaultnya berformat .docx dimana pada format ini tidak dapat dieksekusi atau dibaca oleh Microsoft Word 2003. 9. Menyimpan file untuk web terasa lebih kompleks dibanding pada edisi sebelumnya. 10. Tab konstektual dan style gellery agak mengganggu. 11. Karena merupakan versi baru sehingga membutuhkan penyesuaian penggunaan sistem dari user. 2) Presentasi ( Microsoft Power Point ) Micorosoft PowerPoint 2007 adalah program aplikasi untuk membuat presentasi secara elektronik yang handal. Presentasi Power Point dapat terdiri dari teks, grafik, objek gambar, clipart, movie, suara dan objek yang dibuat program lain. Kelebihan diantaranya : 1. Penyajiannya menarik karena ada permainan warna, huruf dan animasi,baik animasi teks maupun animasi gambar atau foto. 2. Lebih merangsang anak untuk mengetahui lebih jauh informasi tentang bahan ajar yang tersaji. 3. Pesan informasi secara visual mudah dipahami peserta didik. 4. Tenaga pendidik tidak perlu banyak menerangkan bahan ajar yangsedang disajikan. 5. Dapat diperbanyak sesuai kebutuhan, dan dapat dipakai secaraberulang-ulang 6. Dapat disimpan dalam bentuk data optik atau magnetik. (CD / Disket /Flashdisk), sehingga paraktis untuk di bawa ke mana-mana. Kekurangan : 1. Harus ada persiapan yang cukup menyita waktu dan tenaga. 2. Jika yang digunakan untuk presentasi di kelas adalah PC, maka para pendidik harus direpotkan oleh pengangkutan dan penyimpanan PCtersebut. 3. Jika layar monitor yang digunakan terlalu kecil (14”-15”), maka kemungkinan besar siswa yang duduk jauh dari monitor kesulitan melihat sajian bahan ajar yang ditayangkan di PC tersebut. 4. Para pendidik harus memiliki cukup kemampuan untuk mengoperasikan program ini, agar jalannya presentasi tidak banyak hambatan. 3) Pengolah Angka ( Microsoft Excel ) Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik yang, dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer yang populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini. Kelebihan yang dimiliki excel adalah sebagai berikut : a. Dapat menggunakan acuan relative dan mutlak untuk mengacu ke sel atau selang sel tertentu. b. Memiliki fungsi yang lebgkap untuk bidang matematika. c. Dokumen dapat terdiri dari lembar kerja yang dalam jumlah banyak d. Memiliki perintah untuk menghapus dan menyisipkan baris dan kolom. e. Menjalankan perintah undo dan redo f. Mengurutkan dan menyaring data g. Menyembunyikan baris dan kolom h. Menampilkan print preview dan mencentak i. Membuat grafik dalam berbagai bentuk dan menformatnya sesuai keinginan. j. Perintah pengeditan data k. Berbagai pemformatan sel l. Perintah find and replace m. Fasilitas Autosave n. Fasilitas help o. Menggabung dan membagi sel p. Mengimpor data dari data perusahaan q. Menggunakan macro, solver , add-Ins r. Menyimpan file dalam format XML Kelemahan adalah: 1. Pivot tabel yang menyertakan banyak kolom/pertanyaan menghasilkan tabel berupa crosstab atau nested atau tersarang, saya saat ini belum mampu membuat tabel dalam 1 pivot yang stack atau berjajar. Jadi mau tidak mau membuat 2 tabel pivot untuk masing-masing pertanyaan/kolom. Kendalanya adalah kita harus memperhitungkan jumlah kategori jawaban yang akan ditabelkan, karena pivot otomatis akan menggunakan kolom dan baris baru ke samping/kebawah sehingga jika di samping atau dibawah ada tabel pivot lain, maka akan error. 2. Untuk tabel yang besar dengan ukuran file lebih dari 10MB, maka setiap editing/updating data, maka secara default excel akan melakukan proses Workbook Calculating yang kecepatannya tergantung dari processor dan ram komputer. Ini cukup memakan waktu pengolahan data. Tetapi kendala ini bisa dipecahkan dengan mematikan proses calculating otomatis menjadi Calculating Manual artinya calculating akan dilakukan setiap kita akan save file excel tersebut. Cara ini cukup efektif dilakukan dengan resiko jika file tertutup tidak sengaja atau komputer mati tiba-tiba kita bisa kehilangan data kita. Caranya klik tombol office > Excel Options > Formulas >Calculation Options, pilih Manual dan Recalculate Workbook before saving. 3. Untuk membuat kolom baru yang berisi pengkategorian dari sebuah kolom/jawaban pertanyaan, atau membuat filter responden; kita harus membuat rumus excel baik rumus matematika, logika maupun text. Banyak orang yang tidak suka dengan hal ini karena di SPSS misalnya, kita dengan mudah untuk melakukan filter atau pengkategorian jawaban baru. Persamaan : Dari ketiga piranti produktivitas adalah ketiga piranti tersebut dibuat dan dikembangkan oleh Microsoft Office 2. Piranti perambaan/browser (firefox, chrome, opera, flock, IE) Perbedaan : 1. Mozilla Firefox , adalah sebuah aplikasi untuk browsing yang sangat populer,dibuat oleh mozilla corporation, firefox adalah salah satu web browser opensource yang dibangun dengan Gecko layout engine. Tak hanya handal firefox juga didukung oleh sejumlah Add-ons yang dapat diinstall terpisah yang memungkinkan pengguna melakukan sesuai dengan kegunaan Add-ons tersebut. Kelebihan Mozilla Firefox : • Merupakan browser dengan perkembangan paling pesat dan jumlah pengguna yang terus meningkat. • Security yang dimiliki Firefox lebih handal dibanding yang. • Browser ini juga terkenal dengan addons-nya yang banyak ersedita baik itu dari Mozilla sendiri ataupun dari komunitas pengembangnya di seluruh dunia (Betatester). • Browser ini juga memiliki kemungkinan konfigurasi yang sangat banyak, jauh dibandingkan IE. Ukuran aplikasi yang relative kecil, yaitu sekitar 4,7 MB, dibanding IE yang dapat mencapai 80 MB dan mendukung berbagai jenis jalan pintas untuk aksi, baik yang berupa tombol pintas misalnya Ctrl+T untuk membuka tab baru maupun gerakan mouse pintas (mouse gesture) misalnya menekan tombol kanan mouse sambil menggeser mouse ke kiri menuju halaman sebelumnya. • Penghentian pop up, yang secara otomatis telah terintegrasi dalam penginstalan awal dan mampu mematahkan pembatasan aksi pengguna, misalnya penyembunyian status bar atau penguncian browser, sehingga pengguna tidak dapat memperbesar atau memperkecil ukuran browser. • Penampilan halaman yang lebih lapang dengan area toolbar lebih ringkas,Fitur organisasi bookmark yang mampu mengorganisasi beberapa tab sekaligus, Fitur menjelajah internet dengan tab. Fitur demikian akan memungkinkan pengguna untuk membuka beberapa URL sekaligus dalam satu jendela browser. Kekurangan Mozilla Firefox : • Startup time atau waktu menjalankan program pertama kali sangat lama, ini membuat user tidak nyaman. • Browser ini juga tidak berfungsi dengan optimal bila tidak ditambahi addons. Para crackers sekarang mulai membidik browser ini, karena jumlah penggunanya yang besar. • Program update berarti mendownload versi baru dari Firefox, berbeda dengan IE yang hanya mengupgrade modulnya saja. • Banyak addons tidak berfungsi apabila Firefox telah diupdate. Tetapi hal ini hanya berlaku untuk perubahan yang besar, misalnya dari versi 2 ke versi 3. • Waktu proses halaman situs tertentu lebih lambat, diperkirakan karena masalah kompatibilitas atau kesesuaian antara pengkodean halaman situs dengan browser Mozilla Firefox. • Browser ini juga tidak terintegrasi dengan Outlook maupun Outlook Express, beberapa fasilitas e-mail tidak bekerja dengan baik, seperti melihat e-mail HTML maupun membuka link langsung dari e-mail di Outlook. Bahkan beberapa formulir online tidak merespon penekanan tombol Enter sebagai jalan pintas untuk menekan tombol “submit” di layar. 2. Chrome Chrome adalah web browser buatan Google yang saat ini juga sangat banyak di gunakan. Fiturnya yang sederhana tetapi berjalan lebih ringan daripada browser lain menjadi nilai lebihnya. Desainnya dibuat sederhana, tetapi dengan pertimbangan fungsional yang dapat memudahkan pengguna. Chrome juga menawarkan theme yang bisa digunakan untuk mengubah tampilan standarnya. Kelebihan : Chrome saat ini memiliki reputasi yang cukup kuat untuk menyaingi Firefox di dalam dunia web browser. Browser Chrome ini bisa dikatakan sebagai browser yang ringan, gesit, termasuk saat start awal dan melakukan perpindahan tab. Chrome otomatis akan mem-bookmark semua situs yang pernah dibuka atau sering dikunjungi. Browser adrress dari Chrome juga bertindak sebagai search engine sehingga lebih praktis. Desainnya cukup simpel dengan sistem keamanan yang sangat kuat (paling tahan terhadap serangan hacker). Update Chrome juga mudah. Kekurangan : Google Chrome yang tersedia saat ini masih dalam versi Beta. Chrome juga terkesan kurang dinamis karena fiturnya tidak banyak. Beberapa ahli juga mengatakan bahwa Chrome masih banyak security hole-nya sehingga tidak disarankan untuk transaksi keuangan. Makin banyak tab dibuka maka makin banyak pula memori yang dibutuhkan saat browsing. 3. Opera Opera adalah peramban web dan paket perangkat lunak Internet antar-platform. Opera terdiri dari kumpulan perangkat lunak untuk Internet seperti peramban web, serta perangkat lunak untuk membaca dan mengirim surat elektronik. Opera dibuat oleh Opera Software yang bermarkas di Oslo, Norwegia. Opera dapat dijalankan di berbagai sistem operasi, termasuk Microsoft Windows, Mac OS X, Solaris, FreeBSD dan Linux. Kelebihan : Opera Browser merupakan aplikasi browser yang cukup ringan, sehingga tidak memakan memori hardisk yang cukup besar pada notebook atau PC. Memiliki email client dan rss sendiri sehingga tidak perlu memakai email client lain seperti Outlook dan sebagainya. Memiliki Opera Turbo yang bisa diaktifkan ketika koneksi sedang lambat sehingga proses loading page bisa lebih cepat. Pemanggilan kembali Cache lebih cepat. Kekurangan : Opera Browser biasanya sedikit lambat dalam membaca scriptpada beberapa halaman situs. Sama seperti Firefox, meng-update Operas Browser artinya harus men-download kembali masternya. 4. Flock Flock yang merupakan besutan dari mozilla ini merupakan browser yang penggunaannya lebih memudahkan untuk sosial networking. Flock berfungsi buat user yang tidak mau ketinggalan berita. Flock juga mampu menyimpan RSS reader dari web-web lain. Kelebihan : • Open source • Upload foto ke layanan situs sosial seperti Flickr, Facebook, Twitter, My Space menggunakan menu photo uploader. • Update status Facebook langsung tanpa membuka website (tentunya harus sudah login), dan juga mengetahui update status teman melalui People Sidebar. Juga bisa terintegrasi dengan Flickr, Twitter, Youtube, MySapce dan Digg • Posting artikel blog langsung tanpa masuk dashboard melalui menu Blog Editor. Terintegerasi dengan Blogger, Blogsome, LiveJournal, Typepad, wordpress, Xanga dan juga akun blog pribadi anda • People Sidebar, sidebar yang satu ini merupakan media yang memudahkan kita untuk mengakses empat web site keren, yaitu Facebook, Flickr, Twitter, dan YouTube. • Media Bar, Bar yang bakal muncul di atas halaman yang sedang kita navigasi ini bakal menunjukkan karya-karya keren dari user Flickr dengan aspek rasio 1:1. Walaupun agak menghalangi pandangan kita dalam bernavigasi, jika kita buka bar ini tentunya, foto-foto indah yang terpampang di sana akan membuat kita tersenyum dan melanjutkan browsing dengan menggeser-geser ke kanan foto-foto keren tersebut.. • Accounts and Services Sidebar, sidebar ini bakal ngebantu kita buat login ke beberapa website pilihan Flock, sehingga mempermudah akses kita. Sayangnya, sebaiknya tidak digunakan di shared computer. • Web Clipboard, Drag and drop teks, link atau gambar ke sidebar ini, dan kau akan mendapatkannya menempel di Clipboard. Clipboard ini membantu kita mendapatkan hal-hal tersebut tanpa menyimpannya secara permanen sebagai file di harddisk. • Blog Editor dan Photo Uploader, kedua fitur ini sangat memudahkan kita untuk menulis blog dan mengupload foto secara langsung tanpa harus membuka web site yang dituju terlebih dahulu. Syaratnya, web site yang dituju ada dalam Accounts and Services Sidebar. • Upload foto ke layanan situs sosial seperti Flickr, Facebook, Twitter, My Space menggunakan menu photo uploader. Kekurangan : • Tidak dapat mendeteksi web-web yang terjangkit virus • Kurang user friendly • Flock membutuhkan resources yang lebih besar. Di beberapa komputer, memulai Flock untuk pertama kalinya akan memakan waktu lumayan lama • Skin Flock pada saat ini masih terbatas 5. IE Windows Internet Explorer (dulu dikenal sebagai Microsoft Internet Explorer, disingkat IE atau MSIE) adalah sebuah peramban web dan perangkat lunak tak bebas yang gratis dari Microsoft, dan disertakan dalam setiap rilis sistem operasi Microsoft Windows sejak 1995. Kelebihan : Sudah menyediakan add ons tetapi tidak sebanyak Firefox, tampilan lebih simpel, elegan dan menarik, terintegrasi dengan system operasi Windows, gampang dan tidak ribet dalam pengoperasiannya, tampilan situs dan loading gambar lebih cepat dan jelas, beberapa situs hanya bisa dibuka khusus untuk IE dan saat ini Internet Explorer masih menjadi browser yang paling banyak dipakai di seluruh dunia. Kekurangan : Sering gagal membaca script dibeberapa situs khususnya CSS, system keamanan yang belum optimal, tidak ada fitur tab, dan kecepatan dalam membuka web kalah cepat dengan yang lainnya apalagi dalam kondisi bandwith kecil, berat saat membuka tab baru dan start pertama. Persamaan : Dari kelima piranti perambaan/browser kesamaannya adalah sama-sama berfungsi untuk browsing. 3. Piranti hiburan/multimedia player (winamp, win media player, iTunes, MPC media player classic) Perbedaan : 1. Winamp Winamp adalah suatu pemutar media buatan Nullsoft, yang sekarang merupakan suatu cabang Time Warner. Winamp merupakan perangkat lunak freeware atau shareware yang dapat memainkan berbagi codec dan tipe audio dan juga dapat dikostumisasi. Keunggulan Winamp : • Winamp’s scroll handle selalu keci, bahkan kita hanya perlu menarik satu baris lebih atas atau ke bawah, atau satu karakter ke kiri atau ke kanan. • Winamp memiliki “Fitur Dynamic Song Rekomendasi Play List” yang memungkinkan kita untuk memutar lagu yang sama di “perpustakaan atau library” untuk melacak lagu tertentu. • Winamp memiliki fitur multi-channel surround dukungan MP3. • Walaupun setiap player memiliki qwualiser sehingga pengguna dapat dengan mudah menyesuaikan bass, Winamp memmungkinkan kita untuk lebih mudah ‘menarik’ kurvanya. • Kecepatan ripping CD (extract file audio CD) yang lebih cepat. • Lisensi penggunaan enkoder AAC/MP4 yang maksimal. Jadi file yang di rip bisa diconvert ke MP4/AAC (bukan hanya MP3 saja). • Tombol-tombol yang ada di winamp sangat mudah dimengerti dan tampilannya yang sederhana. • Winamp sudah menjadi program yang sangat terkenal sehingga bisa dikatakan bahwa hampir semua orang yang menginstall window pernah juga menginstall winamp. Akibatnya seringkali orang yang telah terbiasa menggunakan winamp enggan untuk pindah ke software lainnya. • Skinnya bisa kita ganti dengan leluasa. Untuk mencari skinnya di internet sangat mudah. Bahkan ada program untuk membuat skin winamp seperti Winamp Skin Maker. • Kita bisa dengan mudah mengatur file yang akan dimainkan dengan bantuan playlist editor. • Kita bisa mengatur efek-efek suara lewat equalizer. • Pluginnya bisa ditambah. Saat ini yang terkenal adalah DFX dan WOW-Thing yang mempercantik tampilan winamp dan menambah efek-efek suara. Kelemahan Winamp : • Winamp tidak memungkinkan tingkat volume suara yang akan disesuaikan agar semua lagu yang kira-kira sebagai psychoacoustic dengan volume yang sama karena Winamp tidak men-scan lagu untuk mendapatkan data yang di volume. • Perusahaan Secunia dan sejumlah perusahaan keamanan lainnya menemukan celah kelemahan winamp yang digolongkan “sangat kritis” yaitu pada winamp versi 5.12 terdapat lubang keamanan dan bisa digunakan untuk mengendalikan komputer pengguna winamp dari jarak jauh. Celah kelemahan itu bisa dieksploitasi ketika pengguna Winamp mengunjungi situs Web berbahaya, saat itu juga sebuah file media berbahaya disisipkan ke komputer. Jenis serangan yang mungkin terjadi adalah pengambialihan kendali komputer. Secunia mendapatkan informasi tentang celah keamanan itu dari AtmaCA yang membuka pintu terhadap serangan buffer overflow. Eksploitasi yang memanfaatkan lubang itu kini sudah tersedia di Internet. 2. Win media player Windows Media Player (disingkat WMP) adalah media digital dan pemutar media perpustakaan aplikasi yang dikembangkan oleh Microsoft yang digunakan untuk memutar audio, video dan gambar pada komputer yang menjalankan sistem operasi Microsoft Windows, juga di Pocket PC dan Windows Mobile - berdasarkan perangkat. Edisi Windows Media Player juga dirilis untuk Mac OS, Mac OS X dan Solaris, tetapi perkembangan ini telah telah dihentikan. Keunggulan Windows Media Player : • WMP memiliki gaya seperti explorer (track Back) yang memudahkan pengguna dalam menyusun play list. • Memiliki fitur “Trubass” dan “WOW” yang berfungsi untuk mengatur intensitas bass dan mengatur pembagian audio stereo. • WMP memiliki cara yang menarik dalam menampilkan library utamanya. • WMP mempunyai fasilitas untuk menampilkan kemampuan video secara maksimal. • Lirik dan teks bisa ditampilkan jika memang telah disediakan oleh lagu yang bersangkutan. • Disertakan secara cuma-cuma di dalam window. Kelemahan Windows Media Player : • WMP tidak mengizinkan mini modenya untuk tetap di atas daripada window yang lain. • Tidak semua format video dapat diputar. • Tidak komptible dengan file 3GP namun bukan berarti tidak bisa memutar file 3gp. • Pengaturan kurang banyak. • Usage memory yang cukup besar. 3. iTunes iTunes adalah sebuah piranti lunak dari Apple Computer yang bisa memutar, mengorganisasi dan membeli lagu (dari iTunes Store). Piranti lunak ini tersedia dalam versi yang bisa dijalankan menggunakan sistem operasi XP, Vista, dan 7. iTunes memiliki fitur yang memungkinkan penggunanya untuk mengorganisasi, mengubah informasi dan merekam lagu dari sebuah CD. Selain itu iTunes juga bisa mengirim lagu ke dalam perangkat pemutar lagu, iPod, dan juga membeli lagu dari iTunes Store melalui internet. Keunggulan iTunes : • kualitas suara yang dihasilkan iTunes cukup memuaskan walaupun hanya memakain Equalizer 11 Chanel • iTunes dilengkapi Sound Enhancer yang dapat meningkatkan kualitas suara. Kekurangannya : • iTunes tidak dapat Memutar file Format FLAC • iTunes hanya dapat memutar file MP3,WMA, dan beberapa format lainnya 4. MPC media player classic Media player classic adalah aplikasi media player versi terbaru yang diluncurkan oleh Windows Media Player 6.4. MPC ini dirancang dengan teknologi yang sangat canggih. Software ini digunakan untuk memainkan media berupa Audio maupun Video yang memiliki lisensi Freeware dalam hal ini sebagai GNU General Public License. Media Player Classic ini memiliki tampilan menyerupai Windows Media Player namun lebih merupakan versi terdahulunya. Kelebihan : • Mempunyai tampilan yang simpel • Dapat dengan mudah menambah atau mengurangi kecepatan Media Player Classic saat memutar file video/audio • Media Player Classic dapat memutar hampir semua jenis format file audio dan video Diantara File-file yang sering kita temui antara lain : avi, mp4, mpg, flv, wmv, vob, dan beberapa type File lainnya. • Media Player Classic memiliki fitur filter suara dan playlist • Media Player Classic mudah digunakan, baik pemula maupun bagi sistem administrator • Memungkinkan untuk memvisualisasikan file dengan Quicktime dan RealMedia • Media player classic mempunyai tools yang simpel dan sudah familiar dimasyarakat sehingga orang bisa dengan mudah menggunakannya. Kelemahan : Tidak adanya fitur untuk mendownload secara otomatis dan juga fitur pencarian subjudul. Kesamaan yang dimiliki oleh winamp dan windows media player : • Keduanya sama-sama gratis didownload walaupun untuk winamp kita harus membayar sedikit lebih banyak untuk mendapat pelayanan ekstra. • Semuanya dapat menampilkan album art tiap lagu jika tersedia. • Tidak ada yang bisa memutar berulang kali 1 lagu secara simultan jika kita memilih lagu yang sudah terdapat di dalam playlist. Kesamaan : Dari keempat piranti hiburan/multimedia player adalah sama-sama digunakan sebagai perangkat pemutar media